Langsung ke konten utama

Mengenal Bahasa Arab #1

Belajar Bahasa Arab, sulitkah ?
Sulit itu relatif, tetapi yakinlah, Insya Allah BISA.

Kenapa harus belajar Bahasa Arab?
Banyak alasan kenapa kita harus belajar Bahasa Arab. Salah satunya karena Bahasar Arab merupakan bahasa yang mulia dan Al-Quran diturunkan Allah dengan bahasa Arab. Banyak Ayat di dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang keistimewaan Bahasa Arab, diantaranya:

وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِي هَذَا الْقُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ . قُرْآنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran. (Ialah) Al Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.” (QS. Az-Zumar: 27-28)

Selain itu, Sabda Rasulullah di dalam kitab Faid al-Qadir Syarh al-Jami’ al-Sagir susunan Al-Manawiy, disebutkan bahwa dari Ibnu Abbas dengan riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:


أَحِبُّوْا الْعَرَبَ لِثَلاَثٍ: لِأَنِّي عَرِبِيٌّ وَ الْقُرْآنُ عَرَبِيٌّ وَ كَلاَمُ أَهْلِ الْجَنَّةِ عَرَبِيٌّ.

"Pelajarilah Bahasa Arab karena 3 hal : 1). Karena Aku (Rasulullah SAW) orang Arab, 2). Al-Quran berbahasa Arab. dan 3). Percakapan ahli surga adalah Bahasa  Arab."

Banyak cabang ilmu dalam mempelajari Bahasa Arab. Dua cabang yang paling mendasar yang harus dipelajari sebelum mempelajari cabang yang lain adalah Ilmu Sharaf dan Ilmu Nahwu. Ilmu Sharaf membahas tentang perubahan kata dari suatu menjadi bentuk yang lain, yang dikenal dengan istilah tashrif. Misalnya perubahan bentuk kata قَرَأَ menjadi يَقْرَأُ ketika kegiatan membacanya sedang dilakukan atau baru akan dilakukan. Atau  perubahan menjadi قَرَأتُمْ ketika yang membaca orang kedua jamak. Sedangkan Ilmu Nahwu fokus mempelajari bagaimana suatu kalimat disusun serta aturan-aturan lain yang terkait dengannya, seperti letak kata, bentu kata, dan harakat yang tepat, yang dikenal dengan i'rab.  Contohnya:
ذَهَبَ زَيْدٌ
 (Zaid telah pergi)

Ada ketentuan mengenai penggunaan harakat dhammatain pada kata زَيْدٌ. Kemudian letak kata زَيْدٌ lebih akhir dibandingkan kata ذَهَبَ. Ketika yang pergi adalah fatimah, maka penggunaan kata ذَهَبَ akan berganti menjadi:
ذَهَبَتْ فَطِمَةُ
 (Fatimah telah pergi)


Oleh karena itu, Ilmu Nahwu tidak dapat dipisahkan dari Ilmu Sharaf. Kedua ilmu tersebut harus dipelajari untuk menyusun sebuah kalimat dalam bahasa arab yang baik dan benar.

So, ayo semangat belajar Bahasa Arab !
Jaahidu....!!!


#MenulisAsyikDanBahagia
#PerempuanBPSMenulis
#15HariBercerita
#Harike3




Sumber : 
Abu Razin dan Ummu Razin. Ilmu Sharaf untuk Pemula. BISA Lerning Centre.
https://rumaysho.com/12720-7-alasan-harus-belajar-bahasa-arab.html
https://mustaqilli.com/mengapa-wajib-belajar-bahasa-arab/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mari serahkan semua kepada Pengaturnya

Bismillahirrahmaanirrahiim... Ketika kelelahan jiwa sudah mulai memuncak,  ketika kepala sudah penuh untuk diisi lagi, ketika otak ini sudah terlalu capek untuk berfikir, Saat itu, kesadaran mulai berkurang. saat itu, kewajaran mulai terdeteksi sebagai outlier yang jauh dari rata-rata. saat itu, kenormalan mulai melenceng dari kurvanya. saat itu, kewarasan mulai dipertanyakan. Akibatnya, penyesalan yang tak berakhir.... Ya Allah... Hamba mohon pertolongan dari-Mu. Hamba mohon kekuatan ekstra untuk memikul semuanya. Hamba mohon kesabaran tak berbatas untuk menghadapi semuanya. Hamba salah selama ini terlalu bergantung pada yang lain, astaghfirullah... Padahal semua urusan itu Engkaulah yang mengaturnya. Hasilnya, hamba hanya merasakan kekecewaan, karena tempat Hamba bergantungpun lemah, tidak berdaya. Hamba mohon ampun ya Rabb... Ya Allah... Hamba ingin sejenak beristirahat untuk menyegarkan kembali jiwa yang sudah mulai layu. M...

Ada Kabut di Mataku

Tinggal pada ketinggian melebihi 780 meter di atas permukaan laut, udara dingin sudah menjadi temanku setiap pagi. Apalagi rutinitas sehari-hari mengharuskanku beranjak dari rumah menaiki motor menuju tempat mengabdi. Setiap pagi dan sore ku pergi mengelilingi Gunung Marapi hampir separuhnya. Pagi ini, kabut pagi terasa begitu pekat. Udara dingin terasa begitu menusuk hingga tulang. Kesibukan di pagi hari membuatku baru bisa berangkat kerja ketika jarum panjang menunjukkan angka sembilan. Itu artinya ku harus berkendara dengan kecepatan penuh, agar tidak terlambat. Berharap tidak ada halangan yang akan memperpanjang waktuku di jalan. Baru beberapa meter dari rumah, ku merasakan ada yang berbeda dengan hari ini. Pandanganku tidak begitu jelas. Ku periksa helm, barangkali ada debu di sana. Tetapi hasilnya tetap sama. Kupastikan kacamataku tidak bermasalah. Ternyata memang tidak ada masalah dengannya. Semakin jauh dan memasuki wilayah persawahan, mulai kusadari ternyata kabut pag...