Langsung ke konten utama

Robust Geographically Weighted Regression #pengenalan1

Dunia penelitian merupakan sebuah dunia yang tidak pernah berhenti tumbuh. Setiap saat, akan selalu ada hal-hal baru yang bermunculan, yang sifatnya memperkuat kelemahan pada kondisi yang sudah ada, mengoreksi yang ternyata salah, menambah keuanggulan teknologi, memperdalam informasi sebelumnya, bahkan membantah teori yang sudah diyakini kebenarannya sebelumnya. Oleh karena itu, bahan yang bisa dijadikan objek untuk diteliti tidak akan pernah habis.

Dalam ilmu perstatistikan, Regresi Linier sebuah metode klasik yang hingga kini masih banyak peminatnya karena kesederhanaan model yang digunakan. Akan tetapi, ada sedikit keterbatasan dalam penggunaan Regresi dalam menganalisis suatu masalah, salah satunya terkait dengan keberadaan data pencilan. Adanya pencilan pada data akan berpengaruh pada proses analisis data. Adanya pencilan akan meningkatkan nilai residual dalam model menjadi besar, sehingga variannya menjadi besar dan rentang intervalnya semakin melebar. Hal ini mengakibatkan nilai dugaan koefisien pada Regresi Linier dengan metode klasik (Ordinary Least Squares (OLS)) menjadi bias dan tidak konsisten.

Keberadaan pencilan ini sering kali dihilangkan dalam proses analisis. Data yang digunakan dikondisikan berada pada kondisi "normal". Padahal keberadaan pencilan ini justru bisa menunjukkan suatu fenomena yang terjadi yang bisa lebih memperkaya informasi yang diperoleh.

Untuk mengatasi masalah pencilan tersebut, ada sebuah metode lain yang dapat digunakan. sebuah metode yang lebih robust dibandingkan OLS. Ketika dengan OLS kita menggunakan nilai mean untuk menaksir nilai dugaan yang akan sangat terpengaruh dengan keberadaan pencilan, maka menggunakan nilai median merupakan salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk menghasilkan nilai dugaan yang lebih baik. Nilai median diperoleh ketika kita membagi dua sama banyak sederetan nilai yang telah diurutkan dari yang terkecil hingga yang terbesar, kemudian mengambil sebuah nilai yang menjadi nilai tengahnya. 

Penggunaan median dalam model regresi sebenarnya sudah dimulai sejak lama. Akan tetapi, kesulitan dalam proses komputasinya yang memakan waktu yang tidak sebentar menyulitkan para peneliti saat itu untuk menerapkannya. Akan tetapi, perkembangan teknologi, khusunya komputer saat ini, semakin membuat proses pengolahan data semakin mudah dan semakin cepat. Oleh sebab itu, awal abad 20 ini penaksiran nilai dugaan regresi dengan menggunakan median kembali muncul kepermukaan. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan Linier Programming. 

bersambung.....




#MenulisAsyikDanBahagia
#PerempuanBPSMenulis
#15HariBercerita
#Harike4

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mari serahkan semua kepada Pengaturnya

Bismillahirrahmaanirrahiim... Ketika kelelahan jiwa sudah mulai memuncak,  ketika kepala sudah penuh untuk diisi lagi, ketika otak ini sudah terlalu capek untuk berfikir, Saat itu, kesadaran mulai berkurang. saat itu, kewajaran mulai terdeteksi sebagai outlier yang jauh dari rata-rata. saat itu, kenormalan mulai melenceng dari kurvanya. saat itu, kewarasan mulai dipertanyakan. Akibatnya, penyesalan yang tak berakhir.... Ya Allah... Hamba mohon pertolongan dari-Mu. Hamba mohon kekuatan ekstra untuk memikul semuanya. Hamba mohon kesabaran tak berbatas untuk menghadapi semuanya. Hamba salah selama ini terlalu bergantung pada yang lain, astaghfirullah... Padahal semua urusan itu Engkaulah yang mengaturnya. Hasilnya, hamba hanya merasakan kekecewaan, karena tempat Hamba bergantungpun lemah, tidak berdaya. Hamba mohon ampun ya Rabb... Ya Allah... Hamba ingin sejenak beristirahat untuk menyegarkan kembali jiwa yang sudah mulai layu. M...

Mengenal Bahasa Arab #1

Belajar Bahasa Arab, sulitkah ? Sulit itu relatif, tetapi yakinlah, Insya Allah BISA. Kenapa harus belajar Bahasa Arab? Banyak alasan kenapa kita harus belajar Bahasa Arab. Salah satunya karena Bahasar Arab merupakan bahasa yang mulia dan Al-Quran diturunkan Allah dengan bahasa Arab. Banyak Ayat di dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang keistimewaan Bahasa Arab, diantaranya: وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِي هَذَا الْقُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ . قُرْآنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ “ Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran. (Ialah) Al Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa. ” (QS. Az-Zumar: 27-28) Selain itu, Sabda Rasulullah  di dalam kitab Faid al-Qadir Syarh al-Jami’ al-Sagir susunan Al-Manawiy, disebutkan bahwa dari Ibnu Abbas dengan riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda: ...

Ada Kabut di Mataku

Tinggal pada ketinggian melebihi 780 meter di atas permukaan laut, udara dingin sudah menjadi temanku setiap pagi. Apalagi rutinitas sehari-hari mengharuskanku beranjak dari rumah menaiki motor menuju tempat mengabdi. Setiap pagi dan sore ku pergi mengelilingi Gunung Marapi hampir separuhnya. Pagi ini, kabut pagi terasa begitu pekat. Udara dingin terasa begitu menusuk hingga tulang. Kesibukan di pagi hari membuatku baru bisa berangkat kerja ketika jarum panjang menunjukkan angka sembilan. Itu artinya ku harus berkendara dengan kecepatan penuh, agar tidak terlambat. Berharap tidak ada halangan yang akan memperpanjang waktuku di jalan. Baru beberapa meter dari rumah, ku merasakan ada yang berbeda dengan hari ini. Pandanganku tidak begitu jelas. Ku periksa helm, barangkali ada debu di sana. Tetapi hasilnya tetap sama. Kupastikan kacamataku tidak bermasalah. Ternyata memang tidak ada masalah dengannya. Semakin jauh dan memasuki wilayah persawahan, mulai kusadari ternyata kabut pag...